Jakarta, 21 April 2003

Yang terhormat,
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air
di tempat

Dengan hormat,

Bersama ini kami sampaikan sebuah pernyataan; Deklarasi Kemerdekaan dari bagian Masyarakat Indonesia yang selama ini dikecewakan oleh jalan Politik yang ditempuh selama era Reformasi.

Demikian juga kami sertakan rincian langkah-langkah mengantisipasinya.

Sedangkan bagian yang ketiga, berupa isu-isu Strategis dan Program-program umum sebagai rujukan masa Kampanye Kepresidenan 2004 (21.04.03) dan pokok-pokok Membangun Indonesia Baru yang menyangkut program-program jangka menengah 10 – 12 tahun maupun jangka panjang 20 – 25 tahun akan dilakukan uji sahih terlebih dahulu dalam simposium, seminar, workshop, diskusi dan penyebarannya juga disampaikan sangat terbatas.

Seperti Saudara simak lima tahun perjalanan politik di Era Reformasi, jelas terbukti partai-partai Politik yang keluar pentas Pemilu Pasca Orde Baru telah melakukan Korupsi Kekuasaan Politik secara “Gotong Royong”. Mereka secara sadar melakukan rekayasa kolektif baik secara wacana, phisik, praktis, atau pembentukan Undang-Undang untuk membatasi hak-hak rakyat sebenarnya dalam demokrasi.

Kami ingin Demokrasi dikembalikan kepada Rakyat Indonesia sepenuhnya. Artinya; Rakyat Indonesia berhak mengajukan calon pemimpin mereka langsung dari dirinya tanpa melalui partai-partai tersebut.

Undang-undang yang ada tidak dapat dipaksakan seolah-olah jalan demokrasi khusus proses pemilihan calon Presiden hanya syah bilamana melalui kekuasaan partai politik tersebut. Diktum-diktum dalam “Pernyataan Kemerdekaan” memuat secara tegas cita-cita dan impian rakyat Indonesia terhadap bangsa dan tanah airnya.

Kami ingin mengetuk hati nurani Saudara sebagai pribadi, secara kelompok maupun organisasi yang Saudara jalankan; Bilamana anda bersimpati, tunjukkanlah simpati tersebut dengan dukungan tanpa henti bagi perjuangan ini. Terus terang kita bermimpi ingin membangun dunia yang nyaman di tinggali oleh anak-anak dan keluarga mereka dikemudian hari.

Dukungan Saudara kami hargai dalam rangka membebaskan diri kita dari proses mendaur ulang pemimpin-pemimpin tidak bermutu, korup dan bermasalah yang jauh dari aspirasi rakyat Indonesia.

Demikian surat ini, kami ucapkan terima kasih.

Wassalam,
Masyarakat Merdeka

Dowload Manifesto
Cara Bergabung
Sinopsis Masyarakat MerdekaBendera Perjuangan
 

MANIFESTO MASYARAKAT MERDEKA, PERNYATAAN KEMERDEKAAN Bahwa sesungguhnya manusia itu diciptakan sama, merdeka dan bebas berserikat menentukan pilihan-pilihan dalam hidupnya. Bahwa sesungguhnya negara adalah legitimasi etis penggunaan kekuasaan untuk melindungi kualitas kehidupan bersama, menjamin hak-hak warga negaranya dan bukan memasung kemerdekaannya.

MEMBANGUN INDONESIA BARU, VISI 2025, MASYARAKAT MERDEKA
A. Jangka Pendek (Program 3-5 tahun)
B. Jangka Menegah (Program 10-12 tahun)
C. Jangka Panjang (Program 20-25 tahun)

PEMILIHAN PRESIDEN LANGSUNG - Bahwa sesungguhnya manusia itu diciptakan sama, merdeka dan bebas berserikat menentukan pilihan-pilihan dalam hidupnya. Bahwa sesungguhnya negara adalah legitimasi etis penggunaan kekuasaan untuk melindungi kualitas kehidupan bersama, menjamin hak-hak warga negaranya dan bukan memasung kemerdekaannya.

VISI - MISI DAN TUJUAN - Negara Adil Makmur berkedaulatan rakyat berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan / Perwakilan serta dengan mewujudkan suatu Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia

 
 

Bagi para aktivis muda yang terpelajar dan terdidik baik supaya membantu menjelaskan pasal-pasal Gerakan ini kepada Rakyat agar dapat dipahami dengan mudah sehingga pada gilirannya akan memperluas, memperbesar dan memperkuat gerakan akar rumputnya.

atas nama
Kelompok Kerja Terbatas Presidensial Masyarakat Merdeka
Para aktivis dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Halmahera, Maluku dan Papua yang berkumpul sepanjang tahun 1998-2003 di kota-kota Surabaya, Semarang, Malang, Denpasar, Tawangmangu, Solo, Bogor, Bandung, Jakarta, Lampung dan terakhir di Yogyakarta pada tanggal 14-16 Maret 2003