Bambang Warih Kusuma

 
Unisosdem Archives
REPUBLIK KITA

 
Oleh: bambang warih koesoema


Krisis multi dimensi bangsa Indonesia sudah sering dibahas baik dalam seminar, workshop juga forum-forum politik, baik di dalam negeri juga diluar negeri. Prospek penyelesaiannya masih rumit dan sangat menegangkan.

Dalam pertemuan dengan para ahli baik didalam negeri terutama diluar negeri pada paruh ke dua, tahun-tahun krisis Indonesia, ia mengatakan: "Negara anda seperti gajah bengkak yang akan mati (sekarat) dirumah kami; kita semua (masyarakat Internasional) berusaha mengeluarkan anda (untuk sementara). Kalau itu terjadi (baca Balkanisasi) di lapangan yang jauh atau di "hutan" sehingga kematian tersebut tidak mengganggu dan berpengaruh banyak "

Negara-negara maju dan Industri dan juga "kawasan Ekonomi"penting di dunia ini mengunakan 50 sampai 80 % jalur pelayaran, udara dan darat dikawasan kepulauan Indonesia (The United Archipelago).

Perpecahan (Balkanisasi), 'A Nation with no way out" "Leaders Communities are not in title to manage the large area in this region" menjadi tema-tema penting berbagai Konferensi, Seminar dan pertemuan-pertemuan politik formal dan informal masyarakat International baik yang dihadiri atau tidak oleh delegasi atau masyarakat Indonesia

Lakukanlah tindakan radikal, adakan referendum yang demokratis dan iklas, untuk membubarkan "Republik Pertama"dan mendirikan kembali "Republik Kedua" Biarkan masyarakat Internasional melakukan total Audit terhadap investasi-investasi asing di atas pulau-pulau (nusantara) secara lugas dan terbuka, akui hasilnya sebagai kewajiban (hutang) baru Republik II, dan selisihnya (dengan kewajiban Republik I dibawah Rezim Diktator) dilaksukan "Moratoriun penyelesaian "

Pelarian Modal, Aset-aset yang digelapkan, bantuan-bantuan International yang di korupt, tidak pindah ke planet Mars atau Bulan, dengan kemauan politik yang kuat dan kerjasama Internasional yang tulus di landasi juga ada kepentingan global yang sama semua yang "hilang" itu bisa dilacak dan dicarikan "penyelesaian baru"

Tentu saja secara internal kita harus siap menderita dalam proses penyembuhan yang menyakitkan ini dan bersedia bekerja keras untuk membayar harganya (Republik II).

Tidak ada yang salah dengan cara itu. Perancis adalah Republik kelima (u setelah proklamasi Republik Perancis oleh Napoleon Bonaparte, Jerman adalah Republik Federasi keempat(IV) setelah Otto von Bismarck Menyatukan Prusia Raya, Jepang kerajaan kedua (II) setelah Kekuasaan Teno Heka berakhir, Philippina adalah Republik ke dua (II) setelah perjuangan kemerdekaan yang gigih dan merenggut nyawa Jose Rizal dari penjajah Spanyol, dan kemudian Mc Arthur membebaskannya dari pendudukan Jepang, dan selanjutnya Kemerdekaan ke II Republik Philippina diproklamirkan, dan yang terakhir Rusia di permulaan abad ke 21 sebagai kebangkitan baru setelah runtuhnya Uni Sovyet. Juga China baru yang secara materiil tidak "merah "lagi

bambang warih koesoema, 2003


 
Versi Lengkap
Versi Cetak
Versi PDF
Beritahu Teman
 
Back To Top
 
 
 
Site Map
Pencarian
Pencarian Detail