Bambang Warih Kusuma

 
Unisosdem Archives
"Presiden + “minority rights”

 
Oleh: bambang warih koesoema




Diantara masalah Indonesia yang utama sekarang ini adalah Leaders & Leadership Quality, dan mudah- mudahan Pemilihan Presiden langsung dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat, akan menjawab persoalan tersebut.

Diperlukan visi, inspirasi, dan kepiawaian dalam menumbuhkan inisiatif dan memelihara momentum disamping keberanian dan integritas. Itulah kualitas kepemimpinan yang kita perlukan bagi seorang presiden Republik Indonesia yang baru.

Sejak kecil saya bercita-cita ingin menjadi Presiden, dan impian itu diperkuat oleh kisah John Fitzgerald Kennedy (Profiles in Courage, New Frontiers, Peace Corps, Krisis Cuba, Program Pendaratan manusia di bulan, pidato di tepi tembok Berlin dan tidak dilupakan tragedi kematiannya).

Di Negara ini, ambisi itu tidak akan saya wujudkan, karena stigma minoritas yang saya miliki. Dan juga di negeri ini tidak memiliki Undang-Undang Dasar dan juga perangkat Undang-Undang turunannya bagi perlindungan terhadap kelompok minoritas, apakah itu kelompok minoritas agama, ras, ethniS, golongan dan juga kelompok marjinal seperti wanita dan lain sebagainya. Hak-haknya tidak tercantum secara jelas dalam Undang-Undang Dasar sebagaimana hal itu terjadi di Negara-negara maju.

Konstitusi kita juga tidak memberikan arah terjadinya transformasi masyarakat secara terbuka (inclusive), kita cukup puas diatur dengan Undang-Undang yang sederhana dan mengatur masalah-masalah umum saja yang gampang sekali dibelokkan dan disalahartikan dengan praktek pemungutan suara.

Indonesia sekarang ini adalah Negara yang dirancang bagi mayoritas warganya dengan segala implikasi dan konsekuensinya.

Undang-Undang Dasar Negara kita tidak selengkap yang dimiliki oleh Amerika Serikat, Republik Federasi Jerman, Republik Prancis ataupun Kerajaan Jepang ataupun Negara-negara Barat lainnya yang sudah berkali-kali diamandemen dimana hak-hak minoritas dan kelompok marjinal diatur, dijamin dan dilindungi, bahkan Undang-Undang Dasar kita masih kalah jauh dengan yang dimiliki oleh Malaysia, Mesir, Irak, Turki, Lebanon, Syria, Emirat Arab, dan lain-lain.

Saya tidak akan pernah menghapus impian dan cita-cita menjadi presiden dari benak saya, walaupun saya tahu saya tidak akan pernah bisa menjabatnya. Saya ingin menjadi politisi yang berbeda, politisi yang melayani rakyat dengan kualitas seorang presiden bukan politisi dengan cita-cita ingin jadi menteri, pejabat negara yang lain ataupun karena alasan lain.

Semoga pertemuan sekarang ini dimana kita mencari sosok Indonesia Baru (Reinventing Indonesia a New) dapat terwujud.

bambang warih koesoema
aula barat kampus itb


 
Versi Lengkap
Versi Cetak
Versi PDF
Beritahu Teman
 
Back To Top
 
 
 
Site Map
Pencarian
Pencarian Detail