Bambang Warih Kusuma

 
Unisosdem
LINTASAN PARADIGMA (Visi Baru)

 
Oleh: bambang warih koesoema


Dalam konsep ruang dan waktu, persoalan dan permasalahan yang kita analisa, dibahas dicarikan penyelesaian, dinamika tersebut bekerja dalam paradigma yang berlaku. Apakah itu paradigma teknis, ekonomis, social, politik, kebudayaan, ethic, manusia yang universal, ekologis dan juga paradigma global (Bumi).

Pengalaman saya, bilamana kita melakukan pekerjaan kita dengan kreatif dalam paradigma yang berbeda-beda akan dengan mudah menemukan penyelesaian permasalahan yang kita hadapi.

Kebangkrutan Capital (dalam) paradigma ekonomis tidak selalu diikuti dengan hilangnya Capital pada paradigma Social, juga Political Capital, atau Human Capital, atau Cultural Capital, Geo(politic) Capital (Geography & Ecology paradigm).

Dan juga “No way Out” dalam paradigma ekonomi mungkin bisa dijawab dan diatasi dalam lintasan paradigma yang lebih luas.

Itu memerlukan sebuah cita pandang (Vision) yang cerdas dan akurat sebelum kita melangkah pada program dan aksi yang lebih terperinci.  

LINTASAN PARADIGMA

 Hendaklah kita juga mengetahui sebesar apapun besaran dalam ruang dan waktu dia menjadi Nadir ( 0 ) dalam paradigma Universe. Einstein membuktikan hal itu bilamana kita bekerja dengan kecepatan cahaya (300.000 km/detik), sebagaimana John Naisbitt mengatakan ; “Technology adalah mata uang kehidupan”, dan sejauh mana kita menguasainya.

Cybernetics Revolution (2001-2006/8) yang sekarang sedang berlangsung di Bumi ini (baca Amerika Serikat) akan berakhir dengan ditemukan berbagai piranti keras dan lunak yang bekerja dengan kecepatan cahaya. Hal itu membuat harapan besar permasalahan absolute dalam ruang dan waktu tersebut dapat diatasi dan diselesaikan (bacalah kisah satelit Amerika yang memakmurkan daerah pedalaman India sekarang ini).

Dalam bukunya Paul Kennedy, “The Rise and the fall of the great powers”,  Negara bangsa juga seperti manusia, ia dilahirkan, kanak-kanak, menjadi dewasa, tua, sakit-sakitan dan mati.

Indonesia adalah Negara tua (sakit-sakitan) pada usia masih muda. Kita perlu melahirkan kembali, salah satunya adalah melahirkan Cita-cita dan Impian Baru sebagai bagian penting dari proses “Re-inventing Indonesia”.

 

bambang warih koesoema, 2003


 
Versi Lengkap
Versi Cetak
Versi PDF
Beritahu Teman
 
Back To Top
 
 
 
Site Map
Pencarian
Pencarian Detail