Yanuar Nugroho

 
 
Researcher & General Secretary, Uni Sosial Demokrat,
Jakarta
Tentang Ketercerabutan Teknologi

Teknologi bukan sekadar alat atau ”benda”, tetapi mencakup kesatuan cara berpikir, cara budaya, cara berperilaku, cara merasa, bahkan cara bersosialisasi. Sayangnya, Indonesia hanya mengimpor teknologi sebagai alat

Rekayasa merawat neoliberalisme

Dan dalam kait-mengkait persoalan ekonomi politik globalisasi itu kita tahu salah satu benang merahnya: teknologi ­khususnya teknologi informasi--dan media. Keduanya menjadi alat jitu pembentuk cita rasa, gengsi dan status.

 
 

Profil

Yanuar Nugroho, MSc (UMIST, UK) adalah pendiri dan kini menjadi Sekretaris Jenderal dan peneliti di Uni Sosial Demokrat (UNISOSDEM) Jakarta. Dia juga mengajar di Jurusan Teknik Industri di Universitas Trisakti Jakarta, saat
ini pun bertanggungjawab untuk merintis pendirian perguruan tinggi baru di Solo yaitu Universitas Sahid Surakarta dan juga tetap menjadi konsultan bagi Pusat Pemberdayaan Komunitas Perkotaan (PUSDAKOTA) di Universitas Surabaya. Dia dikenal luas sebagai konsultan, moderator dan fasilitator dalam pertemuan dan lokakarya berbagai LSM di Indonesia.

Dia memusatkan penelitian dan karya akademik-organiknya pada implikasi sosial (dalam hal ini: kebijakan publik) dari teknologi informasi dan komunikasidan sistem pasar global. Dia mengambil kekhususan perhatian pada "Analisis Sosial" sebagai salah satu basis aktivitasnya.

Walau saat ini kebanyakan menulis untuk the the Jakarta Post, dia juga mempublikasikan beberapa karya tulisnya dalam jurnal, koran dan majalah.


Tentang Ketercerabutan Teknologi

audentis.wordpress.com
Rekayasa merawat neoliberalisme

Media Indonesia
Belajar dari Inggris – Integrasi budaya kaum minoritas

Tata Kelola Bisnis, ke 'Bonum Commune'?

Bisnis Pun Ada di Simpang Jalan

Mencerna Kondisi Sosial Dunia

Dilema Tanggung Jawab Korporasi

Melawan Neoliberalisme

Wajah Ganda Pembangunan

Meneropong Kebijakan Informasi Kita

Arsip >>

 
 
Site Map
Pencarian
Pencarian Detail